Kamis, 31 Agustus 2017

"SEPERTI SANG ELANG, KITA BOLEH PILIH : HANYA MENUNGGU KEMATIAN ATAU BERUBAH "










Pasti banyak diantara kita yang sudah pernah mendengar cerita motibasi tentang Sang Ekang. Yang pernah diposting oleh Swans Liang Faith , yang aya kutip dari Cerita-cerita Motivasi.

“Elang, selalu tampak gagah ketika terbang dan yang juga dikenal sebagai jenis ungags yang nerumur panjang, bisa mencapai 70 tahun !
Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus mengalami suatu proses yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakamya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang.
Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: menunggu kematian,atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan --- suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.
Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang, berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang, sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya. Kemudian ia berdiam diri beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru.   Dengan paruh yang baru tumbuh itu,ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu.
Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh.    dan elangpun mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!Dalam kehidupan kita ini, mungkin kitapun  harus siap mengambil keputusan  yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan dann berubah”      



Kita sering mendengar orang berkata: “Sudahlah terima saja, orang itu kan sudah mulai tua, pasti sudah tidak mungkin bisa berubah, pahami saja”. Rupa-rupanya, pada usia tertentu, manusia cenderung  enggan   'berubah'. Tidak mau lagi meninggalkan sebuah zona yang dianggapnya nyaman. Padahal, yang namanya “hidup” hakikatnya adalah berubah , bertumbuh, bergerak maju ke masa depan. Sesuatu yang statis tidak lagi dianggap “hidup”,

Kita bisa tetap bernapas dan membuka mata, tetapi tanpa sebuah gerakan ataupun pencapaian sering dianggap sama dengan “mati”. Dalam kondisi ini, kecenderungan yang ada adalah  selalu melihat orang lain, situasi bahkan dunia ini dengan ukuran-ukurannya sendiri yang dari waktu ke waktu dipakainya.
Padahal orang lain ataupun situasi bahkan dunia mungkin sudah berkembang dan berada jauh maju dari dirinya. Kenyataan ini membuat sering kita melihat  bagaimana seseorang kehilangan daya hidup yang dinamis, dan berenergi (walaupun mungkin belum tua ....) karena cepat merasa mapan dan puas ternyata hanya "jalan ditempat" dan akhimya jadi sosok yang tidak produkrif. tidak  berdaya guna baik bagi dirinya apalagi untuk orang lain. 

Nach…mungkin kita bisa  belajar dari tokoh cerita  tentang elang di atas. . Elang, berani dan rela melakukan perubahan. Sebuah tindakan yann bukan tanpa resiko dan rasa sakit. Menanggalkan semua yang lama da mungkin kurang baik. Mau menjadi baru, sehingga terbuka kesempatan baru terbang gagah mengarungi hidup nbermakna selanjang Sang Pemberi Hidup berkenan.
Karena kalau tidak……maka kita akan digilas perubahan disekelilingi kita

(…. tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna - Roma 12 : 2)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar