Nepal, destinasi wisata impian
Perjalanan ke Nepal, saya lakukan sudah
beberapa tahun lalu. Tetapi tetap saja, perjalamam itu menjadi salah satu
berjalanan yang sangat berkesan untuk saya. Karena mengunjungi Nepal adalah
salah satu impian wisata saya. Tuhan begitu baik sehingga diusia yang sudah
tidak muda dan dalam kemampuan penglihatan yang terbatas, akhirnya saya bisa
mengunjunginya. Terima kasih untuk Suman Panta , Lolo Panggabean, Sapkota
Dipak, Saraswati , Kumar dan Gangga yang sudah menjadi “tangan2 kebaikan Tuhan”
sehingga saya bisa menikmati kunjungan ke Nepal – Kathmandu, Sarangkot dan
Tulakot di Pokhara, dan Nagarkot.
Melalui tulisan ini saya ingin berbagi verita
dan kenangan tentang Nepal, yang bisa saya tangkap dari sebuah kunkjungan 6
hari 5 malam. Semoga bermanfaat untuk
pembaca. Baik yang belum pernah ke sana atau yang ingin kembali mengenang
perjalanan ke sana.
Budaya eksotis dan keranahan yang mengesankan
Nepal juga disebut sebagai atap dunia, karena
negeri di Asia Selatan ini berada di ketinggian. Delapan dari sepuluh gunung
tertinggi di dunia ada disini.
Indahnya pemandangan gugusan pengunungan Himalaya menjadi semakin menarik dan terlihat unik karena berbagai warisan budaya dan sejarah Hindu maupun Buddha yang terjaga baik ditempat ini. Penduduknya yang sangat ramah, pada umumnya berasal dari dua ras besar yaitu Arian dan Mongolian. Pertemuan dua budaya ini, menghasilkan budaya yang eksotis.
Indahnya pemandangan gugusan pengunungan Himalaya menjadi semakin menarik dan terlihat unik karena berbagai warisan budaya dan sejarah Hindu maupun Buddha yang terjaga baik ditempat ini. Penduduknya yang sangat ramah, pada umumnya berasal dari dua ras besar yaitu Arian dan Mongolian. Pertemuan dua budaya ini, menghasilkan budaya yang eksotis.
Dua kakak beradik dari - ibu Nepali - Ayah Tibetan
Kota terbesarnya, adalah Kathmandum yang juga
adalah ibukota Nepal/ Di kota ini kita dapat melihat bangunan Kuil
Pashupatinath yang merupakan kuil Hindu tertua. Selain itu terdapat juga tiga
area istana (Durbar Square) dimana terdapat istana, kuil, museum dan patung
dari abad ke-12 dan abad ke-18 . Reruntuhan kota tua Bakhtapur, juga sangat
menarik. Sayangnya, karena kondisi alam dan situasi pembangunan di mana-mana,
kota ini agak berdebu, dan banyak sekali peminta-minta di jalanan. Lalu lintas
padat.
Pokhara
Setiba di Katmandu, keesokan harinya saya dan
teman perjalanan ini Lolo Panggabean, menggunakan kendaraan sewa, menuju Pokhara, salah satu
tujuan wisata yang terkenal sesudah Kathmandu . ,Pokhara adakah kota ketiga terbesar di Nepal . Berada di ketinggian
827m di atas permukaan laut dan 200 km di sebelah barat Kathmandu, dapat
ditempuh selama 6,5 jam lewat jalan darat.
Pokhara ini, waktu saya kunjungi ditahun
2014, situasinya seperti Bali diakhir
thn 1980 an di mana banyak café sederhana dengan makanan2 internasional, turis
mancanegara berlalu-lalang sehingga terasa seperti ada disebuah desa
internasional. Memang tidak terlalu
sulit mencapai Pokhara dari berbagai belahan dunia, karena paling tidak ada berbagai penerbangan
internasional, seperti Sq, Cathai, Thai Air, Air asia, dengan
rata-rata 15 penerbangan setiap harinya, membawa wisatawan dari Kathmandu ke Pokhara. Trekking dan paragliding merupakan pesona
utama di kota ini. Annapurna Range,
salah satu pintu gerbang pendakian ke pegunungan Himalaya, berada tak jauh dari
Pokhara.
Suasana malam hari di Pokhara juga cukup
hidup. Banyak café diseoanjang jalan utama dikunjungi wisatawan untuk makan
malam dan bercengkerama berbagi cerita petualangannya. Lumayan meriah lah….
Sapkota Dipak-Saraswati - Gangga [arapemandu dan supir di Pokhara
Sarangkot
Apa yang menarik di Pokhara ?
Untuk saya yang paling berkesan adalah perjalanan mengejar matahari terbit ke bukit
Sarangkot
Menembus dingin
di subuh2, perjalanan dari hotel kami
ke ke Fishtail view point, butuh 30
menit. Kami ditemani dua orang pemandu
handal bernama Sapkota Dipak dan pemandu pendamping (khusus untuk
saya..he..he..) saraswati, .
Setapak demi setapak saya menaiki bukit Sarangkot. Sebuah desa kecil di bukit dan merupakan pintu
gerbang untuk rute pendakian Annapurna Range. Dari Sarangkot,yang berada di ketinggian sekitar 1.400 m di atas
permukaan laut , delapan puncak pegunungan Himalaya terlihat . i. Dua di
antaranya yakni Dhaulagiri di ketinggian 8.167 mpl dan Annapurna I (8.091mpl),
termasuk dalam daftar 10 puncak tertinggi di dunia.
Dalam hening, para wisatawan
seakan terbius dan terpaku
menanti terbitnya sang surya dari balik pegunungan Himalaya yang bersalju
abadi. Perlahan semburatjingga kemerahan muncul dan ….rasanya terbayar semua
susahnya mendaki bukit tadi.Indah luar
biasa indah. Hanya sekitar sepuluh menit, namun pengalaman ini sungguh sangat
mendalam untuk saya dan mengesankan.
Keindahan yang sangat memukau, dari sebelum
matahari terbit sampai detik-detik merekahnya sang surya membuat bibir tak terasa menyanyikan bagian lagu How
Great Thou Art. Maha Besar Allah Sang Pencipta dan betapa kecilnya kita
manusia. Semilir angin menerpa pipi dan
senyumpun diantara para wisatawan yang bersama ada di tempat itu, merekah di keheningan pagi. Sungguh suatu pengalaman
yang luar biasa!!
Annapura Range . Delapan
puncak pegunungan Himalaya terlihat dari Sangkarkot. Dua di antaranya yakni Dhaulagiri di ketinggian 8.167 mpl dan Annapurna I (8.091mpl), termasuk dalam daftar 10
puncak tertinggi di dunia.
Matahari perlahan naik, sebelum kembali turun
menikmati teh hangat dan keramahan pemilik warung Pashimana dan berbagai kain
tenun Nepal. Seorang ibu yang memiliki warung tersebut melayani tamu bersama dua anaknya
menggambarkan keramahan ala Nepal. Saya akan selalu ingat perkataan ibu ini : “You
don’t buy my pashiman it’s alright. The sun already shine for you and also me and I am happy !”
“The sun already shine for you and also me and I am happy !”
Menjelang sore, ada keindahan lain di dekat
Pokhara. Menikmati mayahari terbenam di Tulakot yang berada
di ketinggian lebih dari 3500 dpl. .
Nagarkot
Setelah dua hari berada di Pokhara, kita
kembali Kathmandu. Kali ini menggunakan penerbangan, sehingga hanya membutuhkan
waktu, kurang dari 30 menit. Hari ke-4
di Nepal ini, tujuan akhirnya adalah ke Nagarkot, sebuah kota kecil di
pegunungan, untuk memburu matahari terbit lagi. Dalam perjalanan menuju
Nagarkhot, kami menyempatkan diri untuk menjelajah kota tua Bakhtapur.
Bhaktapur
Bakhtapur sekitar 1 jam dari Nagarkot. Menjelajah kota tua ini di mulai dari makan
siang disebuah restoran tua, sampai dengan berkeliling sampai saat matahari
terbenam, sangat mengesankan juga.
Bakhtapur adalah kota tua yang historis, pusat pembuatan gerabah di
Nepal. Kota budaya yang merupakan kota pertama di Asia Pasifik yang menjadi
‘The First Honorable Mention’ pada tahun 1998/99. Tidak ada kendaraan bermotor
yang boleh masuk ke area kota tua ini.
Bhaktapur Durbar Square dimasukkan dalam daftar World Heritage Sites
pada tahun 1979. Kompleks kota tua ini sangat luas dan membutuhkan waktu 1,5
jam untuk berjalan kaki keluar di sisi gerbang lain.
Menyedihkan juga, karena kemudian beberapa
bagian dari kota Bakhtapur ini ikut hancur ketika gempa besar terjadi di
tahun……
Selesai dengan Bakhtapur , sore itu, kita
langsung menuju satu tempat lain, yang menggunakan nama kot yaitu Nagarkot . Untuk
kembali mengejar keindahan matahari terbit, kali imi dari Nagaekot.
Nagarkot, 34km di sebelah timur Kathmandu,
melewati jalan pegunungan yang sempit dan menanjak. Perjlanan ke sana. Selepas
terbenamnya matahari, dingin, menanjak, dan gelap, cukup mencekapm Tempat kami menginap, menggunakan pemanas
gas. Sangat dingin memang tempat itu. Berada di ketinggian 2,715m dari permukaan
laut, tempat yang strategis untuk menikmati hangatnya mentari pagi menyembul
dari balik Mt. Everest yang fenomenal. Nagarkot merupakan kota kecil merupakan salah satu gerbang trekking Himalaya dari sisi Langtang Range. Di hotel tempat kami menginap disediakan
rooftop untuk menantikan matakari terbit
Sayangnya, pagi itu kabut tebal tidak bergeser sedikitpun dan
menyelimuti seluruh pegunungan. Kami tak
seberuntukng kemarin, tak ada matahari terbit di Nagarkot u. Menurut petugas hotel, sebenarnya dari tempat ini , kalau cuaca bersahabat . kita
dapat melihat beberapa puncak gunung termasuk Mount Everest.
Nagarkot
Ada yang menarik untuk saya. Kata kot pada Sarankot, Tulakot dan Nagarkot,
menunjuk pada dua kemungkinan arti yang dipahami penduduk setempat, Ada yang
mengatakan artinya “bukit: dan ada yang mengatakan artinya = fort atau benteng.
Mungkin kedua-duanya masuk akal. Karena Nepal tak punya laut, yang ada hanya
pengunungan. Sebagai negeri yang dikelilingi gunung maka tentu saja benteng2
kerajaan ada diatas bukit…..
Boudhanath
, Swoyambhunath & Kathmandu
Setelah sarapan pagi kami meninggalkan
Nagarkot . Kekecewaan karena tak memperoleh
kesempatan melihat matahari terbit dari Nagarkot, agak terbayarkan, karena setelah
agak siang, matahari pagi mulai bersinar. Dan kitapun dapat menikmati
pemandangan indah di buikit2 nagarkot.
Menuju Kathmandu masih ada dua tempat wisata yang kami kunjungi. Boudhanath
stupa, Swoyambhunath stupa & Kathmandu durbar square
Boudhanath
Boudhanath terletak tujuh kilometer dari arah
selatan Kathmandu. Stupa ini menjadi pusat dari Buddhisme Tibet di Nepal sejak
beberapa dekade terakhir. Saat memasuki area stupa terbesar di Asia ini, Anda
bisa langsung merasakan nuansa spiritual karena banyak biksu asal Tibet yang
melakukan tawaf atau berkeliling Boudhanath sambil membacakan mantra “Om Mani
Padme Hum . Disekitar kawasan ini ada banyak burung merpatoi, yang menambahn
keindahan komples bidha ini. Disepanjang jalan disekitar stupa mereka banyakk
yangmenjajakan berbagai benda untuk keperluan persembahyangan.
Swayambhunath
Walaupun hanya sejenak, kami sempat mampir di
kuil Swayambhunath , salah satu Kuil
Buddha tertua di Nepal. Berada , 3 km
barat laut Kathmandu. Biasa juga disebut
sebagai “Monkey Temple”, karena
disekitar bukit itu banyak monyet berkeliaran. Karena tempat ini berada
dipuncak bukit, maka sambil melihat tingkah ,omyet, kitapun dapat menikmati pemandangan
panorama kota Katmandu
Monyet disekitar Kuil Swayambhunath ,
Durbar Square
Akhirnya,
sampailah kami ditujuan akhir wisata Katmandu. Yaitu menjelajah Durbar Squaie. Semoat makan siang hari ini di roof top restaurant,
seberang alun-alun Durbar Square. Di sekitar alun-alun bertebaran resto di
lantai atas seperti ini, menikmati semilir angin dan suguhan pemandangan Durbar
Square.
Durbar Square,
salah satu UNESCO World Heritage Sites dari 7 bangunan bersejarah lainnya di
Nepal. Durbar artinya istana. Durbar Square merupakan pusat kota tua Kathmandu,
dibangun antara abad 17 dan abad 18 oleh raja-raja Nepal. Di sini terdapat
istana Raja Malla, istana Raja Syah, istana Hanuman Dhokayang dijaga oleh
sepasangpatung singa dari batu. Gempa dahsyat tahun1934 membuat pemerintah
melakukan restorasi besar-besaran pada bangunan-bangunan bersejarah tersebut.
Sampai sekarang alun-alun masih dipergunakan untuk acara-acara penting
kerajaan.
Thamel
Malam terakhir
di Katmandu, kami sempatkan jalan-jalan ke Thamel, bagian kota yang sangat popular
dikangan wisatawan, Banyak Toko-tolo berjajar disepanjang jalan, Hotel, Café dan
restpran. Pokoknya tempat gaulnya anak2 muda baik penduduk lokal maupun
pendatang. Kami sempat berpapasan dengan beberapa kelompok anak muda yang
sangat fashionable lalu-lalang di Thamel. Mudah dijangkai, karena ia berada di
pusat kota. Kehidupan malam, yang terbuka, hanya terlihat sampai jam 10 malam….entahlah
di dalam ruangan….!
Oleh-oleh dari NEPAL
Yang pasti
PASHMINA , oleh2 yang sangat cantic dari Nepal. Pekerjaan tenun pashmina
nya sangat halus dan diproduksi rumahan
oleh banyak penduduk setempat.
Penenun Pashmina di desa Sarangkot
Khususnya di pedesaan. Selain pashmina
pekerjaan seni penduduk pengungsi Tibet juga menarik dan mudah dibawa.
Oleh-oleh lain yang cantic adalah produksi tekstil yang berbentuk sarung
bantal, taplak meja dan lain2, juga bagus2.
Untuk yang menyenangi perhiasan maka, Nepal adalah tempay perdagangan
batu mulia juga dan juga asesories etnis yang menarik.
Bagaimana
menuju ke Katmandu ?
Kami mengambil
rute terbang Jakarta – Singapore – Kartmandu – Singapore – Jakarta menggunakan penerbangan Singapore/Silk Air.
Untuk merancang
perjalanan kami menggunakan jasa
Destination Nepal, yang mengatur perjalanan wisata dan hotel. Pelayanan DN sangat baik, mulai dari mempersiaokan
kami dengan berbagai informasi sebelum keberangkatan . Khususnya dalam
pengurusan Visa 0 yang hanya bisa dilakukan dengan pengurusan Visa on Arrival, sampai
dengan bantuan lain sesudah pulang….ha..ha…diantaranya membelikan pashmina
tambahan untuk dikirimkan dengan DHL !
Bahkan begitu ramahnya mereka, baik tour operator, maupun para guide sekarang
ini masih ttetao menjalin persahabatan.
Semoga ada kesempatan lain menceritakan berbagai perjalanan lain yang pernah saya lakukan. Setiap perjalanan memiliki kekayaan dan berkat terseniri, mulai dari pengalaman baru, pengetahuan baru. Dan untuk saya, yang paling menyenangkan juga selain itu adalah, bertambahnya teman baru.
Semoga pembaca tulisan ini juga memperoleh kesempatan yang sama.
Ke"atap dunia"bersama sahabat - Lolo Panggabean










Tidak ada komentar:
Posting Komentar