Rabu, 30 Agustus 2017

SEKELUMIT CERITA TENTANG NEPAL "NEGERI ATAP DUNIA"



              




 Nepal,  destinasi wisata impian 

Perjalanan ke Nepal, saya lakukan sudah beberapa tahun lalu. Tetapi tetap saja, perjalamam itu menjadi salah satu berjalanan yang sangat berkesan untuk saya. Karena mengunjungi Nepal   adalah salah satu impian wisata saya. Tuhan begitu baik sehingga diusia yang sudah tidak muda dan dalam kemampuan penglihatan yang terbatas, akhirnya saya bisa mengunjunginya. Terima kasih untuk Suman Panta , Lolo Panggabean, Sapkota Dipak, Saraswati , Kumar dan Gangga yang sudah menjadi “tangan2 kebaikan Tuhan” sehingga saya bisa menikmati kunjungan ke Nepal – Kathmandu, Sarangkot dan Tulakot di Pokhara, dan Nagarkot.
Melalui tulisan ini saya ingin berbagi verita dan kenangan tentang Nepal, yang bisa saya tangkap dari sebuah kunkjungan 6 hari 5 malam. Semoga bermanfaat  untuk pembaca. Baik yang belum pernah ke sana atau yang ingin kembali mengenang perjalanan ke sana.

Budaya eksotis dan keranahan yang mengesankan

Nepal juga disebut sebagai atap dunia, karena negeri di Asia Selatan ini berada di ketinggian. Delapan dari sepuluh gunung tertinggi di dunia ada disini.
Indahnya pemandangan gugusan pengunungan Himalaya menjadi semakin menarik dan terlihat unik karena berbagai warisan budaya dan sejarah Hindu maupun Buddha yang terjaga baik ditempat ini. Penduduknya yang sangat ramah, pada umumnya  berasal dari dua ras besar yaitu Arian dan Mongolian. Pertemuan dua budaya ini,  menghasilkan budaya yang eksotis. 



                                              Dua kakak beradik dari  - ibu Nepali - Ayah Tibetan

Kota terbesarnya, adalah Kathmandum yang juga adalah ibukota Nepal/ Di kota ini kita dapat melihat bangunan Kuil Pashupatinath yang merupakan kuil Hindu tertua. Selain itu terdapat juga tiga area istana (Durbar Square) dimana terdapat istana, kuil, museum dan patung dari abad ke-12 dan abad ke-18 . Reruntuhan kota tua Bakhtapur, juga sangat menarik. Sayangnya, karena kondisi alam dan situasi pembangunan di mana-mana, kota ini agak berdebu, dan banyak sekali peminta-minta di jalanan. Lalu lintas padat.

Pokhara
Setiba di Katmandu, keesokan harinya saya dan teman perjalanan ini Lolo Panggabean, menggunakan  kendaraan sewa, menuju Pokhara, salah satu tujuan wisata yang terkenal sesudah Kathmandu . ,Pokhara adakah  kota ketiga terbesar di Nepal . Berada di ketinggian 827m di atas permukaan laut dan 200 km di sebelah barat Kathmandu, dapat ditempuh selama 6,5 jam lewat jalan darat.
Pokhara ini, waktu saya kunjungi ditahun 2014,     situasinya seperti Bali diakhir thn 1980 an di mana banyak café sederhana dengan makanan2 internasional, turis mancanegara berlalu-lalang sehingga terasa seperti ada disebuah desa internasional.  Memang tidak terlalu sulit mencapai Pokhara dari berbagai belahan dunia, karena  paling tidak ada berbagai penerbangan internasional, seperti Sq, Cathai, Thai Air, Air asia,   dengan rata-rata 15 penerbangan setiap harinya, membawa wisatawan  dari Kathmandu ke Pokhara.  Trekking dan paragliding merupakan pesona utama di kota ini.  Annapurna Range, salah satu pintu gerbang pendakian ke pegunungan Himalaya, berada tak jauh dari Pokhara.
Suasana malam hari di Pokhara juga cukup hidup. Banyak café diseoanjang jalan utama dikunjungi wisatawan untuk makan malam dan bercengkerama berbagi cerita petualangannya. Lumayan meriah lah….



Sapkota Dipak-Saraswati - Gangga [arapemandu dan supir di Pokhara

Sarangkot
Apa yang menarik di Pokhara ?
Untuk saya yang paling berkesan adalah  perjalanan mengejar matahari terbit ke bukit Sarangkot
Menembus dingin di subuh2, perjalanan dari  hotel kami ke  ke Fishtail view point, butuh 30 menit.  Kami ditemani dua orang pemandu handal bernama Sapkota Dipak dan pemandu pendamping (khusus untuk saya..he..he..) saraswati,   .  Setapak demi setapak saya menaiki bukit Sarangkot. Sebuah  desa kecil di bukit dan merupakan pintu gerbang untuk rute pendakian Annapurna Range.  Dari Sarangkot,yang berada  di ketinggian sekitar 1.400 m di atas permukaan laut , delapan puncak pegunungan Himalaya terlihat . i. Dua di antaranya yakni Dhaulagiri di ketinggian 8.167 mpl dan Annapurna I (8.091mpl), termasuk dalam daftar 10 puncak tertinggi di dunia.
Dalam hening,  para wisatawan   seakan terbius dan terpaku menanti terbitnya sang surya dari balik pegunungan Himalaya yang bersalju abadi. Perlahan semburatjingga kemerahan muncul dan ….rasanya terbayar semua susahnya mendaki bukit tadi.Indah  luar biasa indah. Hanya sekitar sepuluh menit, namun pengalaman ini sungguh sangat mendalam untuk saya  dan mengesankan.

Keindahan yang sangat memukau, dari sebelum matahari terbit sampai detik-detik merekahnya sang surya membuat  bibir tak terasa menyanyikan bagian lagu How Great Thou Art. Maha Besar Allah Sang Pencipta dan betapa kecilnya kita manusia.  Semilir angin menerpa pipi dan senyumpun diantara para wisatawan yang bersama ada di tempat itu, merekah  di keheningan pagi. Sungguh suatu pengalaman yang luar biasa!!


                  
Annapura Range . Delapan puncak pegunungan Himalaya terlihat dari Sangkarkot.  Dua di antaranya yakni Dhaulagiri di  ketinggian 8.167 mpl dan Annapurna I (8.091mpl), termasuk dalam daftar 10 puncak tertinggi di dunia.
    
                      
Matahari perlahan naik, sebelum kembali turun menikmati teh hangat dan keramahan pemilik warung Pashimana dan berbagai kain tenun Nepal. Seorang ibu yang memiliki warung tersebut  melayani tamu bersama dua anaknya menggambarkan keramahan ala Nepal. Saya akan selalu ingat perkataan ibu ini : “You don’t buy my pashiman it’s alright. The sun already shine for you and also  me and I am happy !”



                                    “The sun already shine for you and also  me and I am happy !”


Menjelang sore, ada keindahan lain di dekat Pokhara. Menikmati mayahari terbenam di Tulakot yang   berada di ketinggian lebih dari 3500 dpl. .

Nagarkot
Setelah dua hari berada di Pokhara, kita kembali Kathmandu. Kali ini menggunakan penerbangan, sehingga hanya membutuhkan waktu, kurang dari 30 menit.  Hari ke-4 di Nepal ini, tujuan akhirnya adalah ke Nagarkot, sebuah kota kecil di pegunungan, untuk memburu matahari terbit lagi. Dalam perjalanan menuju Nagarkhot, kami menyempatkan diri untuk menjelajah kota tua Bakhtapur. 

Bhaktapur
Bakhtapur sekitar 1 jam dari Nagarkot.   Menjelajah kota tua ini di mulai dari makan siang disebuah restoran tua, sampai dengan berkeliling sampai saat matahari terbenam, sangat mengesankan juga.  Bakhtapur  adalah kota tua  yang historis, pusat pembuatan gerabah di Nepal. Kota budaya yang merupakan kota pertama di Asia Pasifik yang menjadi ‘The First Honorable Mention’ pada tahun 1998/99. Tidak ada kendaraan bermotor yang boleh masuk ke area kota tua ini.  Bhaktapur Durbar Square dimasukkan dalam daftar World Heritage Sites pada tahun 1979. Kompleks kota tua ini sangat luas dan membutuhkan waktu 1,5 jam untuk berjalan kaki keluar di sisi gerbang lain. 
 Menyedihkan juga, karena kemudian beberapa bagian dari kota Bakhtapur ini ikut hancur ketika gempa besar terjadi di tahun……

Selesai dengan Bakhtapur , sore itu, kita langsung menuju satu tempat lain, yang menggunakan nama kot yaitu Nagarkot . Untuk kembali mengejar keindahan matahari terbit, kali imi dari Nagaekot.
Nagarkot, 34km di sebelah timur Kathmandu, melewati jalan pegunungan yang sempit dan menanjak. Perjlanan ke sana. Selepas terbenamnya matahari, dingin, menanjak, dan gelap, cukup mencekapm  Tempat kami menginap, menggunakan pemanas gas. Sangat dingin memang tempat itu.  Berada di ketinggian 2,715m dari permukaan laut, tempat yang strategis untuk menikmati hangatnya mentari pagi menyembul dari balik Mt. Everest yang fenomenal.  Nagarkot  merupakan kota kecil  merupakan salah satu gerbang trekking  Himalaya dari sisi Langtang Range. Di hotel tempat kami menginap disediakan rooftop untuk  menantikan matakari terbit
Sayangnya, pagi itu  kabut tebal tidak bergeser sedikitpun dan menyelimuti seluruh pegunungan.  Kami tak seberuntukng kemarin, tak ada matahari terbit di Nagarkot u. Menurut petugas  hotel, sebenarnya dari  tempat ini , kalau cuaca bersahabat . kita dapat melihat beberapa puncak gunung termasuk Mount Everest.



 
                                                                               Nagarkot

Ada yang menarik untuk saya. Kata kot pada Sarankot, Tulakot dan Nagarkot, menunjuk pada dua kemungkinan arti yang dipahami penduduk setempat, Ada yang mengatakan artinya “bukit: dan ada yang mengatakan artinya = fort atau benteng. Mungkin kedua-duanya masuk akal. Karena Nepal tak punya laut, yang ada hanya pengunungan. Sebagai negeri yang dikelilingi gunung maka tentu saja benteng2 kerajaan ada diatas bukit…..

 Boudhanath , Swoyambhunath & Kathmandu
Setelah sarapan pagi kami meninggalkan Nagarkot . Kekecewaan  karena tak memperoleh kesempatan melihat matahari terbit dari  Nagarkot, agak terbayarkan, karena setelah agak siang, matahari pagi mulai bersinar. Dan kitapun dapat menikmati pemandangan indah di buikit2 nagarkot.
Menuju Kathmandu masih ada  dua tempat wisata yang kami kunjungi. Boudhanath stupa, Swoyambhunath stupa & Kathmandu durbar square

Boudhanath
Boudhanath terletak tujuh kilometer dari arah selatan Kathmandu. Stupa ini menjadi pusat dari Buddhisme Tibet di Nepal sejak beberapa dekade terakhir. Saat memasuki area stupa terbesar di Asia ini, Anda bisa langsung merasakan nuansa spiritual karena banyak biksu asal Tibet yang melakukan tawaf atau berkeliling Boudhanath sambil membacakan mantra “Om Mani Padme Hum . Disekitar kawasan ini ada banyak burung merpatoi, yang menambahn keindahan komples bidha ini. Disepanjang jalan disekitar stupa mereka banyakk yangmenjajakan berbagai benda untuk keperluan persembahyangan.

Swayambhunath

Walaupun hanya sejenak, kami sempat mampir di kuil Swayambhunath ,  salah satu Kuil Buddha tertua di Nepal.   Berada , 3 km barat laut  Kathmandu. Biasa juga disebut sebagai  “Monkey Temple”, karena disekitar bukit itu banyak monyet berkeliaran. Karena tempat ini berada dipuncak bukit, maka sambil melihat tingkah ,omyet, kitapun dapat menikmati pemandangan panorama kota Katmandu


                                               Monyet disekitar Kuil Swayambhunath ,


Durbar Square
Akhirnya, sampailah kami ditujuan akhir wisata Katmandu. Yaitu  menjelajah Durbar Squaie. Semoat makan  siang hari ini di roof top restaurant, seberang alun-alun Durbar Square. Di sekitar alun-alun bertebaran resto di lantai atas seperti ini, menikmati semilir angin dan suguhan pemandangan Durbar Square.
Durbar Square, salah satu UNESCO World Heritage Sites dari 7 bangunan bersejarah lainnya di Nepal. Durbar artinya istana. Durbar Square merupakan pusat kota tua Kathmandu, dibangun antara abad 17 dan abad 18 oleh raja-raja Nepal. Di sini terdapat istana Raja Malla, istana Raja Syah, istana Hanuman Dhokayang dijaga oleh sepasangpatung singa dari batu. Gempa dahsyat tahun1934 membuat pemerintah melakukan restorasi besar-besaran pada bangunan-bangunan bersejarah tersebut. Sampai sekarang alun-alun masih dipergunakan untuk acara-acara penting kerajaan.

Thamel
Malam terakhir di Katmandu, kami sempatkan jalan-jalan ke Thamel, bagian kota yang sangat popular dikangan wisatawan, Banyak Toko-tolo berjajar disepanjang jalan, Hotel, Café dan restpran. Pokoknya tempat gaulnya anak2 muda baik penduduk lokal maupun pendatang. Kami sempat berpapasan dengan beberapa kelompok anak muda yang sangat fashionable lalu-lalang di Thamel. Mudah dijangkai, karena ia berada di pusat kota. Kehidupan malam, yang terbuka, hanya terlihat sampai jam 10 malam….entahlah di dalam ruangan….!

Oleh-oleh dari NEPAL

Yang pasti PASHMINA , oleh2 yang sangat cantic dari Nepal. Pekerjaan tenun pashmina nya sangat halus dan diproduksi rumahan  oleh banyak penduduk setempat. 






                                                    Penenun Pashmina di desa Sarangkot


Khususnya di pedesaan. Selain pashmina pekerjaan seni penduduk pengungsi Tibet juga menarik dan mudah dibawa. Oleh-oleh lain yang cantic adalah produksi tekstil yang berbentuk sarung bantal, taplak meja dan lain2, juga bagus2.  Untuk yang menyenangi perhiasan maka, Nepal adalah tempay perdagangan batu mulia juga dan juga asesories etnis yang menarik.

Bagaimana  menuju ke Katmandu ?
Kami mengambil rute terbang Jakarta – Singapore – Kartmandu – Singapore – Jakarta menggunakan  penerbangan Singapore/Silk Air.
Untuk merancang perjalanan  kami menggunakan jasa Destination Nepal, yang mengatur perjalanan wisata dan hotel.  Pelayanan DN sangat baik, mulai dari mempersiaokan kami dengan berbagai informasi sebelum keberangkatan . Khususnya dalam pengurusan Visa 0 yang hanya bisa dilakukan dengan pengurusan Visa on Arrival, sampai dengan bantuan lain sesudah pulang….ha..ha…diantaranya membelikan pashmina tambahan untuk dikirimkan dengan  DHL ! Bahkan begitu ramahnya mereka, baik tour operator, maupun para guide sekarang ini masih ttetao menjalin persahabatan.


Semoga ada kesempatan lain menceritakan berbagai perjalanan lain yang pernah saya  lakukan. Setiap perjalanan memiliki kekayaan dan berkat terseniri, mulai dari pengalaman baru, pengetahuan baru. Dan untuk saya, yang paling menyenangkan juga selain itu adalah, bertambahnya teman baru.
Semoga pembaca tulisan ini juga memperoleh kesempatan yang sama.


                                              Ke"atap dunia"bersama sahabat - Lolo Panggabean



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar