Gambar di bawah ini, merekam perjuangan sebuah bis tua sarat
penumpang menyusuri tanjakan di sekitar Bukit Wairinding , Waingapu – Sumba
Timur (11/6/2-16).
Saya duduk disebauh warung , beristirahat sejenak setelah menaikki bujit Wairinding.
Sambil menyeruputteh manis hangat yang disediakan pemilik warung, saya mengamati kendaraan yang melintasi jalan di depan bukit itu.
Bus penumpang berjalan perlahan menyusuri tanjakan, bergerak maju sedikit demi sedikit. Terlihat jelas, bagaimana supir berusaha mengenda;ilam ja;annya bus agar dapat terus menanjak. Berjuang naik melawan kondisi bus yang lumayan tua dan sarat penumpang,
Melihat ini membuat angan saya terbang ke ma sa anak2.
Kata perjuangan adalah salah satu kata yang sangat lekat
dalam benak saya sejak kecil. Kata ini mengingatkan
saya pada berbagai pesan ayahanda saya
semasa hidupnya. Pesan yang disampaikan melalui kata maupun teladan kehidupan.
.
“ Anakku, selalu semangat dan jangan cepat menyerah dalam hidup, karena
jalan tak selalu lurus. Ketika berada ditanjakam, tetaplah jalani dengan semangat penuh pengharapan, Karena diujung
tanjakan, pasti ada jalan menurn." ujarnaya disuatu percakapan : Begitu juga dijalan menurun, jangan lupa
diri. Karena pasti didepan sana, juga akan ditemui jalan yang menanjak”. katanya lagi.
Pesan yang selalu akan
saya ingat dan ingin saya bagikan.
.
Memilih dan mengambil keputusan adalah hal yang mau tidak mau harus kita lakukan dalam setiap jengkal kehidupan. Untuk memilih diperlukan sebuah keberanian menjalani resiko dari pilihan tersebut dan memperjuangkannya sampai tiba ditujuan yang hendak dicapai. Dan perjuangan itu, sebenarnya telah kitamulai ketika memilih jalan mana yang akan kita tempuh.
Satu hal yang pasti
Tanpa ada perjuangan , tidak akan ada kemajuan
Dan perjuangan yang kita lakukan hari ini akan membangun
kekuatan yang kita butuhkan hari esok.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar